Entri Populer

Minggu, 26 Desember 2010

Kantin Sekolah, Magnet Bagi Siswa

Sekarang ini disadari atau tidak keberadaan kantin sekolah dari SD hingga SLTA   ikut mewarnai dinamika sekolah sehari-hari. Hal ini terkait juga dengan budaya orang tua memberikan uang saku kepada putra-putrinya.
Aktifitas yang hanya berlangsung kurang lebih 15 menit itu, tampaknya menjadi sesuatu yang sangat ditunggu oleh siswa. Terbukti begitu denting bel istirahat, mereka  berbondong-bondong berebut  menuju kantin.
Ada beberapa keuntungan dengan adanya kantin sekolah. Siswa tidak lagi berkeliaran di luar lingkungan sekolah, di samping sedikit banyak juga memberdayakan masyarakat sekitar.
Di SD Paliyan IV ada empat   pedagang tetap di kantin sekolah. Mereka telah dibimbing pihak sekolah, agar tidak menjual makanan dalam bentuk kemasan pabrik.
Agar terjalin ikatan emosional  dengan sekolah, mulai semester II tahun pelajaran 2010/2011,pedagang  kantin  telah sepakat untuk membuat tempat semi permanen di halaman samping sekolah, yang pengerjaanya dilaksanakan dalam liburan semester I.Nantinya , tidak setiap pedagang diperbolehkan berjualan di l SD Paliyan IV. Hal ini dimaksudkan agar  pihak sekolah lebih mudah untuk melakukan kontrol jika terjadi suatu yang ditimbulkan oleh keberadaan kantin itu sendiri. Untuk menuju sekolah yang tertib, teratur, keberadaan kantinpun tidak boleh lepas dari perhatian.(@_).

Rabu, 22 Desember 2010

Gema Kusuka, Gemar Membaca Kunci Sukses Kita, Perpustakaan Sekolahku

Setiap sekolah tentu menginginkan ruang perpustakaan yang nyaman, agar guru ataupun siswa tertarik mengunjunginya. Namun selama ini masih banyak permasalahan yang dihadapi sekolah, diantaranya :
  1. Belum semua SD mempunyai gedung perpustakaan.Kebanyakan menggunakan ruangan kelas atau perumahan guru yang kebetulan kosong.
  2. Secara umum, pengelolaan perpustakaan di SD  dilakukan oleh GTT/PTT yang tidak punya basic khusus untuk mengelola perpustakaan.
  3. Belum adanya kebijakan khusus  Kepala Sekolah / Guru  dalam pengelolaan  perpustakaan.
Berbagai upaya telah dilakukan. Melalui Universitas Terbuka,  Gunungkidul telah membuka program studi D2 perpustakaan. Tahun 2009, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kab.Gunungkidul mengeluarkan edaran, agar setiap hari sekolah mengalokasikan waktu 1 jam bagi siswa untuk membaca.
Memang tidak mudah untuk mengelola sebuah perpustakaan secara ideal, apa lagi untuk SD dengan sumber daya yang terbatas. GEMA KUSUKA,  mencoba melakukannya, minimal : ada aktifitas guru - siswa yang menunjukkan bahwa perpustaakaan di  SD Paliyan IV tidak sekedar papan nama. Semoga.

Senin, 20 Desember 2010

ULANGAN AKHIR SEMESTER BERAKHIR

Sugiharti, Guru Kelas VI
Penyelenggaraan Ulangan Akhir Semester (UAS) Tahun Pelajaran 2010/2011 di SD Paliyan IV, berakhir hari Rabu tanggal 8 Desember 2010.  UAS yang diikuti 154 siswa kelas I - VI .berjalan  tertib dan lancar. Monitoring yang dilakukan Pengawas TK dan SD Kecamatan  Paliyan  Bapak Tugana S.Pd mengemukakan hal tersebut, baik dari kehadiran peserta maupun kebutuhan soal-soal tiap mata pelajaran.Hanya saja adminstrasi / program untuk penyelenggaraan UAS  di SD Paliyan IV perlu dilengkapi
Dari segi materi, Erni Dwi Endarwati guru kelas V  mengatakan bahwa soal-soal UAS khususnya kelas V sudah sesuai. Artinya mewakili semua kompetensi yang harus dikuasai siswa. Tetapi  masih ditemui 2 butir soal  Matematika kelas V  yang tidak valid, yaitu pilihan ganda nomor 14 dan 18, karena tidak ada pilihan jawaban yang benar. Sebagian besar siswa kelas IV,V dan VI mengalami kesulitan untuk mata pelajaran IPS.
"Yang paling sulit IPS,pak" Bayu dan Anjas mewakili teman-temannya.
Kepala Sekolah berharap,UKK yang akan datang anak-anak harus berusaha belajar keras. Cara belajar terbaik  untuk mata pelajaran IPS adalah membaca dan rajin membaca, demikian yang disampaikan Sugiharti guru kelas VI.(@_)

MENUJU PRESTASI

SD Paliyan IV,  berada di Kecamatan Paliyan. SD yang terletak di Dusun Corot Desa Karang Duwet ini , terus berbenah.Dari segi fisik terlihat papan nama berjajar rapi menggambarkan kedinamisan kegiatan SD Paliyan IV. Mulai dari papan nama identitas  sekolah, perpustakaan, pramuka, komite sekolah,TPA, koperasi sekolah dan papan nama UKS.
Tidak sekedar papan nama, harapannya dapat memberi motivasi  psikologis bagi guru untuk mewujudkan kegiatan-kegitan tersebut secara terprogram, dapat terukur tingkat ketercapaiannya.
Lukisan Dinding Sekolah
Lukisan dinding sekolah dengan berbagai tema (Kegiatan, Lingkungan,Pahlawan) harapannya juga dapat memberi imajinasi siswa untuk berkreasi. Namun tidaklah mudah untuk mewujudkan semua itu.Perpustakaan misalnya. Koleksi buku-buku bernutu untuk siswa yang mencapai 1.030 judul belum dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Kegiatan UKS, yang seharusnya dapat melibatkan partisipasi siswa melalui Dokter  Kecil, juga belum tampak aktifitasnya.
Padahal,kegiatan siswa   berkorelasi positif terhadap hasil prestasi sekolah. Menyadari akan hal itu,sudah saatnya untuk berbenah diri. Menciptakan lingkungan sekolah yang asri, menciptakan team work yang solid,agar apa yang disampaikan oleh Kepala Sekolah beberapa waktu lalu dapat tercapai, yaitu : Mulai Tahun 20011, SD Paliyan IV Menuju Prestasi.

Senin, 29 November 2010

Ruang Kelas, Black Box yang Sering Terlupakan !

Ibarat pesawat terbang, ruang kelas adalah kotak hitamnya suatu sekolah.Kenyataannya pembelajaran di negara kita  menggunakan sistem klasikal.Sebagai kotak hitam, ruang kelas merekam  sekaligus menjadi saksi atas semua peristiwa yang terjadi di dalamnya.Sayangnya, kondisi secara umum dapat kita lihat, ruangan kelas betul-betul menjadi kosong setelah KBM usai. Dalam arti  jejak rekam  di kelas belum  informatif. Suatu misal tanpa bertanya guru, kita tidak tahu berapa jumlah murid di kelas A. Apa lagi data pendukung lainnya. Bahkan tidak jarang data dinding yang terpampang nyaris tidak dapat memberi informasi apa-apa. Belum lagi tahun pelajarannya sekarang, tetapi pada da dinding tertulis tahun pelajaran dua tahun yang lalu. Bukankah sebenarnya tidak sulit untuk meng- up date data - data dasar tersebut ?
Masih ditambah lagi dengan papan tulis yang keliahatan  belang-bentong hitam putih...kekuningan, cat tembok yang terkesan lusuh, cuilan kaki-kaki  -  meja - kursi - gagang sapu tertumpuk di pojok kelas. Ah..tidak begitu bersahabat.
Sehingga benang merah  dapat ditarik, seperti apa prestasi anak-anak kita ? Proses di dalam kelaslah yang paling bertanggung jawab. Sudah saatnya..dan mulai saat sekarang juga..jadikan ruang kelas kita..ruang yang ramah..mulai dari penghapus dan papan tulisnya..performence - nya. Agar sebagai black box dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Ruang Serba Guna untuk SD Paliyan IV.

Untuk menunjang akfititas- produktifitas siswa dan guru, SD Paliyan IV telah mendesain sebuah ruangan khusus.
Di ruangan ini  guru dapat berekspresi untuk menuju profesional.Sedang untuk siswa dapat mengembangkan kreatifitasnya dengan bermain musik, menggunakan multi media, berupa sebuah laptop dan LCD untuk pembelajaran.Ruang berukuran 9m x 7m ini, awalnya memang dirancang secara khusus untuk kantor guru. 
Tiga unit komputer on line  tersedia di ruangan ini. 
Ke depan RSG ini akan diefektifkan penggunaannya. Antara lain : sebagai ruang TU, ruang perpustakaan, ruang rapat guru ruang pertemuan, sekaligus ruang pembelejaran  berbasis teknologi dan informasi untuk siswa.
Mulai semester II tahun pelajaran 2010/2011, Kepala Sekolah mewajibkan kepada setiap guru untuk menggunakan media TI dalam pembelajaran.Dua orang guru telah mempunyai kemampuan untuk mendesain pembelajaran ini melalui Ms Power Point, sehingga guru lain yang belum begitu familiar terhadap TI pun dapat dengan mudah menggunakannya.
Mengingat begitu multi fungsinya ruangan ini, jadwal penggunaannya harus diatur dengan jelas. Kapan guru membawa siswa ke ruangan ini, untuk proses pembelajaran menggunakan multi media, kapan berfungsi sebagai ruang baca,Karena pelayanan perpustakaan juga dilakukan di RSG ini.
Komite Sekolah telah memberikan aprsesiasi positif terhadap hal ini. Sebuah keyboard Yamaha PSR 3000 akan melengkapi juga RSG ini. Dengan keyboard itu, guru dan siswa dapat bernyanyi ria, di waktu luangnya.Tak salah juga jika  ada seorang guru yang mengusulkan agar ruangan ini dilengkapi dengan AC. Mudah-mudahan begitu.

Sabtu, 27 November 2010

Selamat Datang di SD Paliyan IV

Selamat Datang di SD Paliyan IV.
Pertama kali, ucapan ini   saya sampaikan untuk diriku sendiri. Selanjutnya secara sederhana akan saya sampaikan kepada teman-teman ku..di SD Paliyan IV, My Paradise. Kita sudah punya Blog.Dua buah buku.harus saya bolak-balik hampir dua minggu, untuk mencoba bagaimana dan apa sebenarnya yang disebut blog, sebuah kata, empat huruf yang ternyata kependekan dari Weblog. Sebuah istilah yang pada bulan Desember tahun 1997 untuk pertama kali  digunakan oleh Jorn Barger. Belakangan blog dapat disebut juga sebagai website.
Tulisan ini tidak akan panjang lebar menjelaskan apa itu blog. Karena jika anda dapat membaca tulisan ini anda telah menjawab sebagian kecil apa itu blog.
Kebanggaan saya bukan terletak pada penjelasan tentang blog itu sendiri, karena sebenarnya banyak sekali blogger-blogger  yang memberi batasan apa itu  bog.
Lebih dari itu adalah "Ternyata Kita Bisa". Menambah satu lagi  manfaat komputer, tidak sekedar untuk mengetik, menghitung, dan  menggambar. Komputer juga sebagai piranti untuk menembus dunia yang tanpa batas . Meski yang tanpa batas itu, menjadi begitu kecil dimata internet. Tetapi saya berbagi, jangan paksa untuk menguasai semua yang disediakan oleh komputer dan jaringannya. Butuh sumber dana, tenaga. waktu dan kesabaran yang luar biasa.
Ucapan Selamat Datang ini, jangan sampai ada Ucapan Selamat Jalan nantinya. Apa lagi Selamat Tinggal. Mencoba....Mencoba...dan   Mencoba. Siapa tahu kita dikenal dunia...sebagaimana kita mengenal dunia. @